Akibat Minimnya Rambu Pengendara Terbalik, Ketua Lira Angkat Bicara

Berita, Palembang334 Dilihat

Palembang,- Perhatian pemerintah untuk mengatasi banjir dengan membuat aliran drainse di jalan mahmud Badaruddin II lintas Sumatera KM 12 memang sangat baik, namun sangat disayangkan akibat pekerjaan proyek tersebut pengendara motor bebek yang membonceng dua penumpang lainnya terjatuh.

Laka dari hasil pantauan diduga akibat tidak adanya rambu lalin dari pekerjaan , yang membuat pengendara motor Bg 4854 ACB motor bebek Revo terjatuh dan alami luka leet dan memar pada wajah dan kaki sebelah kanan, kejadian ini terjadi sekitar pukul 15.30 Minggu (30/5), tepat di Kantor DPW Lira Sumsel.

Salah satu korban laka Mutia saat di wawancarai ketika istirahat di kantor DPW Lira,  “kami tidak melihat rambu-rambu, dan sempat keluarga saya yang saat itu iring-iringan mencari salah satu pekerja, menanyakan pengawas tidak ada,” terangnya.

Sementara salah satu pelaksanaan lapangan yang mengunakan seragam adhi karya dan topi putih saat diminta tanggapan terkait hal itu kami tidak bisa komentar ada bidangnya, untuk korban akan ada bagian yang akan evakuasi.

Joko salah satu K3 dari pelaksanaan pekerjaan, “untuk teknis lapangan kami tidak bisa bicara, untuk korban itu bagian kami, dan kami siap untuk tanggung jawab,” jelasnya.

Ditempat terpisah salah satu pekerja datang usai dihubungi, untuk pelaksana pekerjaan Adhi Karya, “untuk pengatur jalan, memang tidak ada, usai bekerja hanya rambu dipasang, untuk anggaran apa, papan merek berapa anggaran itu urusan kantor, ingin lengkap tanya ke kantor,” ungkapnya.

Sementara Al Anshor Ketua DPW Lira Sumsel menyikapinya laka lantas, seharusnya ini tidak terjadi, apalagi ini pelaksana PT Adhi Karya, “Ini perusahaan besar seharusnya lebih profesional, pekerja lapangan dan rambu harusnya lengkap, dan ini proyek sedang berjalan harus terus diawasi,  mendengar dan melihat keadaan pekerjaan serta keadaan korban, ini diduga tidak ada rambu,” jelasnya.

Untuk anggaran pelaksana tidak ada harusnya dipasang, kemudian rambu lalin harusnya sudah terlihat setidaknya 100 meter dari lokasi pekerjaan, “lokasi ini sedikit gelap ketika malam harusnya ada lampu petunjuk di rambu jalan untuk titik jalan yang rusak, jika seperti ini bisa-bisa ada laka lantas lagi, untuk sore ini untung korban luka-luka tidak ada korban jiwa,” jelasnya.

“Jadi saya berharap Pemerintah dalam hal ini pengawas harus coba turun, jangan hanya menganggarkan tanpa adanya pengawasan, jika sampai besok masih tidak di indahkan, kami Lira akan coba stop pekerjaan tersebut,” ujarnya kesal. (Mskr)

-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *